Gerakan slow living dimulai di Italia tahun 1986 sebagai reaksi terhadap budaya fast food.

Ia menyebar ke slow travel, slow fashion, dan slow living.

Intinya adalah sadar dan hadir dalam setiap aktivitas.

Minum kopi tanpa scroll.

Berjalan tanpa tujuan.

Memasak tanpa terburu-buru.

Penelitian menunjukkan orang yang mempraktikkan slow living melaporkan tingkat stres lebih rendah dan kepuasan hidup lebih tinggi.

Hidup bukan perlombaan, ia adalah pengalaman yang perlu dirasakan.