WHO mengakui burnout sebagai fenomena pekerjaan dengan tiga ciri: kelelahan ekstrem, sinisme terhadap pekerjaan, dan perasaan tidak efektif.

Pemulihannya bukan sekadar liburan akhir pekan.

Butuh perubahan struktural: kurangi beban, perbaiki batas, mungkin ganti lingkungan.

Jika tidak ditangani, burnout bisa memicu depresi berat.

Jangan tunggu sampai tubuh memaksa berhenti.

Tubuh selalu bicara lebih dulu sebelum akhirnya berteriak.