Penelitian Tim Pychyl di Carleton University menunjukkan prokrastinasi adalah masalah regulasi emosi, bukan manajemen waktu.
Kita menunda karena tugas memicu kecemasan, kebosanan, atau rasa tidak mampu.
Otak memilih pelarian jangka pendek.
Untuk mengatasinya, jangan fokus pada disiplin, tapi pada mengurangi ketidaknyamanan.
Bagi tugas besar menjadi kecil, mulai dengan dua menit, dan maafkan diri atas penundaan sebelumnya.
Self-compassion terbukti lebih efektif daripada kritik diri dalam mengatasi prokrastinasi.