Irving Janis menganalisis bencana seperti invasi Teluk Babi dan menemukan pola groupthink: ilusi tak terkalahkan, rasionalisasi, tekanan pada anggota yang berbeda pendapat, dan ilusi kebulatan suara.

Untuk mencegahnya, pemimpin harus mendorong perbedaan pendapat, mengundang pandangan luar, dan menunjuk devil's advocate.

Kelompok yang sehat tidak takut konflik.

Ia menghargai perbedaan karena tahu bahwa keputusan terbaik lahir dari dialog yang jujur, bukan dari keheningan yang dipaksakan.