Henri Tajfel mengembangkan teori identitas sosial: kita mendefinisikan diri melalui kelompok, dan cenderung melihat kelompok kita lebih baik dari yang lain.
Ini memberi rasa memiliki, tapi juga memicu prasangka.
Ketika identitas kelompok terlalu kaku, kita sulit melihat kemanusiaan orang luar.
Untuk hidup lebih harmonis, perluas identitas Anda: bukan hanya saya orang Indonesia, tapi juga saya manusia, saya warga bumi.
Semakin banyak lapisan identitas, semakin sulit terjebak dalam permusuhan sempit.