Solomon Asch meminta peserta menilai panjang garis.

Ketika aktor-aktor lain sengaja menjawab salah, peserta asli ikut menjawab salah meski jelas keliru.

Ini adalah kekuatan konformitas.

Di dunia nyata, konformitas menjelaskan mengapa orang diam saat melihat ketidakadilan, atau mendukung tren meski tidak yakin.

Kesadaran akan fenomena ini membantu kita berani berbeda saat diperlukan.

Satu suara yang jujur bisa memecah konformitas dan memberi izin pada orang lain untuk sama-sama jujur.