Psikolog Paul Hewitt mengidentifikasi tiga jenis perfeksionisme: berorientasi diri, berorientasi orang lain, dan dituntut secara sosial.

Perfeksionisme sehat mendorong pencapaian, sedangkan perfeksionisme neurotik menyebabkan prokrastinasi, rasa malu terus-menerus, dan rasa tidak pernah cukup.

Solusinya bukan menurunkan standar, tapi mengubah cara memandang kesalahan.

Progress over perfection.

Kesalahan adalah bagian dari belajar, bukan bukti kegagalan.