Penelitian Ann Masten menunjukkan resiliensi berasal dari kombinasi faktor internal dan eksternal: hubungan yang mendukung, kemampuan regulasi emosi, optimisme realistis, dan makna hidup.

Anak-anak yang tumbuh dalam kesulitan namun memiliki setidaknya satu orang dewasa yang peduli cenderung tumbuh menjadi orang dewasa yang tangguh.

Resiliensi tidak berarti tidak pernah jatuh, tapi bangkit lebih cepat.

Latihannya: jaga hubungan, olahraga, tidur cukup, cari makna, dan ingat bahwa kesulitan adalah bagian hidup, bukan akhir segalanya.