Tidak ada hasil untuk "burnout" di kategori Psikologi.
Berikut rekomendasi artikel lain yang mungkin bermanfaat untuk Anda:
Menampilkan 6 rekomendasi
http://tor.basyiri.my.id/bias-konfirmasi-melihat-keyakinan
Bias konfirmasi adalah kecenderungan mencari dan mengingat informasi yang mendukung keyakinan kita, mengabaikan yang bertentangan.
Bias konfirmasi menjelaskan mengapa debat politik jarang mengubah pikiran siapa pun. Kita mengonsumsi berita yang sejalan dengan pandangan kita dan mengabaikan sisanya. Di media so...
http://tor.basyiri.my.id/gratitude-practice-rasa-syukur
Menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap hari terbukti meningkatkan kebahagiaan dan memperbaiki hubungan sosial.
Robert Emmons dari UC Davis menemukan bahwa orang yang secara rutin menulis rasa syukur mengalami peningkatan kesejahteraan hingga 25 persen. Rasa syukur melatih otak untuk melihat...
http://tor.basyiri.my.id/self-forgiveness-memaafkan-diri
Memaafkan diri sendiri bukan berarti melupakan atau membenarkan. Ia adalah membebaskan diri dari beban yang menghambat pertumbuhan.
Banyak orang terjebak dalam penyesalan lama. Mereka mengira menyiksa diri adalah bentuk tanggung jawab. Padahal memaafkan diri justru memungkinkan perubahan. Penelitian menunjukkan...
http://tor.basyiri.my.id/jangan-mudah-terhasut-online
Provokasi di internet memicu amigdala yang membuat kita bereaksi sebelum berpikir. Mengenali pola ini adalah kunci agar tidak jadi korban hasutan digital.
Ketika membaca unggahan yang memancing emosi, otak melepaskan adrenalin dan kortisol. Denyut nadi naik, jari ingin segera membalas. Inilah amygdala hijack. Psikolog Daniel Goleman ...
http://tor.basyiri.my.id/toxic-positivity-bahaya-positif
Toxic positivity adalah memaksa diri dan orang lain untuk selalu positif, mengabaikan emosi sulit yang justru perlu dirasakan.
Pernahkah Anda bercerita tentang kesedihan lalu dijawab bersyukur saja atau lihat sisi baiknya? Itu toxic positivity. Ia menyangkal emosi nyata dan membuat orang merasa bersalah at...
http://tor.basyiri.my.id/memaafkan-melepas-beban
Memaafkan bukan berarti membenarkan atau melupakan. Ia adalah melepaskan dendam yang meracuni diri sendiri, bukan memberi hadiah pada pelaku.
Penelitian menunjukkan memaafkan menurunkan tekanan darah, kecemasan, dan depresi. Yang tidak memaafkan terus membawa beban yang tidak dia sadari. Memaafkan bukan tentang pelaku, t...